Peningkatan Karakter Dan Literasi Sains Melaui Model Penilaian Teamwork dengan Media “Who Want to be Scientist Quiz”

Pendahuluan

Tantangan pendidik kedepan adalah bagaimana membekali kemampuan yang cukup dalam mempersiapkan peserta didik tidak hanya pada aspek hard skills (aspek pengetahuan dan keterampilan) saja melainkan juga pembentukan watak, sikap dan perilaku (attitude) dalam kehidupan sehari-hari. Sumber daya manusia yang unggul tidak hanya memiliki kemampuan hard skills saja melainkan juga memiliki karakter. Hal ini ditegaskan lagi dalam kurikulum 2013, kompetensi lulusan menitik beratkan pada peningkatan dan keseimbangan soft skills dan hard skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan (Permendikbud, 2013). Selanjutnya ketiga aspek tersebut menjadi dasar pembelajaran dan penilaian terhadap siswa sebagai hasil dari sebuah proses pembelajaran. Karakter gotong royong belum berkembang sesuai harapan, hal ini ditunjukkan dari kurangnya kemampuan bekerja sama dalam kelompok. Kemampuan siswa dalam disiplin waktu rendah, hal ini ditunjukkan dengan perilaku suka menunda pekerjaan dan pengumpulan tugas menjadi terlambat. Selain itu, tanggung jawab dan kemandirian siswa perlu di latihkan melalui pengalaman belajar yang mampu mengembangkan sikap tersebut.

 Dalam menghadapi tantangan abad 21 terutama pada bidang sains dan teknologi, pendidikan harus dapat membekali siswa dengan keterampilan keterampilan untuk dapat bersaing di era global. Literasi sains adalah keterampilan yang penting dalam masyarakat modern karena saling terkait dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kompetensi capaian dalam pembelajaran fisika meliputi keterampilan dalam merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mendesain penelitian, menyajikan hasil percobaan dalam tabel atau grafik dan menyimpulkan dan mengkomunikasikan hasil percobaan secara lisan dan tertulis (Permendikbud, 2013).

Pemanfaatan multimedia menjadi hal yang penting dalam proses pembelajaran. Ada beberapa alasan, mengapa multimedia pembelajaran dapat meningkatkan proses belajar peserta didik. Alasan pertama, pembelajaran akan lebih menarik perhatian peserta didik sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar. Alasan kedua, multimedia memberikan kemudahan untuk menggabungkan gambar, video, foto, grafik dan animasi dengan suara, teks dan suara secara interaktif yang dikendalikan dengan program komputer (Munir, 2008). Philips (1997) menekankan pada komponen interaktivitas yang menunjuk kepada proses pemberdayaan pengguna untuk mengendalikan lingkungan melalui komputer. Sehingga dalam penggunaan multimedia umpan balik atau respons pekerjaan siswa dapat disesuaikan. Zhang (2012) menyimpulkan bahwa tugas atau proyek kelompok adalah salah satu strategi pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan soft skills siswa.

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) bagaimanakah proses pembelajaran dalam meningkatkan karakter dan literasi sains melalui Model Penilaian Teamwork dengan Media “Who Want To Be Scientist Quiz”?; dan 2) seberapa banyak peningkatan karakter dan literasi sains melalui Model Penilaian Teamwork dengan Media “Who Want To Be Scientist Quiz”?;

Tujuan penelitian ini adalah: 1) mendeksripsikan proses pembelajaran dalam meningkatkan karakter dan literasi sains melalui Model Penilaian Teamwork dengan Media “Who Want To Be Scientist Quiz”; dan 2) mendeskripsikan peningkatan Karakter dan Literasi Sains melalui Model Penilaian Teamwork dengan Media “Who Want To Be Scientist Quiz”;Penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai upaya guru dalam mengembangkan karakter dan literasi sains. Bagi sekolah sebagai informasi dalam rangka mengembangkan karakter dan literasi sains dalam pembelajaran di sekolah. Tersedianya aplikasi tes multimedia dapat dimanfaatkan oleh pendidik yang lain dalam upaya mengembangkan karakter dan literasi Sains.

Metode

Penelitian ini dilaksanakan pada semester gasal tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian dilakukan dengan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Masing-masing siklus pembelajaran sebanyak 10 jam pelajaran atau lima kali pertemuan dan satu kali pertemuan untuk melaksanakan evaluasi.

Subjek penelitian adalah aspek karakter dan literasi sains siswa kelas XI MIPA 1 SMA Kandangserang. Adapun sumber data dari penelitian ini: 1) peserta didik yang jumlahnya sebanyak 27 siswa, yang terdiri atas 14 peserta didik perempuan dan 13 peserta didik laki-laki.

Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data berbentuk tes dan nontes. Teknik Tes digunakan untuk mengetahui pencapaian literasi sains. Teknik nontes untuk mengetahui pencapaian karakter dengan menggunakan angket dan lembar observasi. 

Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dengan metode pemaparan secara deskriptip komparatif, yakni mendeksripsikan semua temuan dalam penelitian disertai dengan data-data kuantitatif yang dianalisis secara sederhana (persentase). Indikator kinerja penelitian ini adalah : 1) pembelajaran berhasil jika rata-rata hasil pencapaian karakter  siklus kedua  pada rentang 2,51 – 3,25  (kategori baik). Kriteria interpretasi skor rerata setiap aspek karakter  adalah sebagai berikut : a) 1,00 – 1,75 = Kurang; 2) 1,76 – 2,50 = Cukup; 3) 2,51 – 3,25 = Baik 4) 3,26 – 4,00 = Sangat Baik. 2) pembelajaran berhasil jika rata-rata hasil capaian literasi sains pada siklus kedua secara individu lebih dari 65 dengan ketuntasan klasikal lebih dari 75%. Nilai 65 merupakan nilai ketuntasan minimal (KKM).

Hasil dan Pembahasan

Multimedia Kuis Interaktif “Who Want Tobe Scientist Quiz” adalah aplikasi multimedia berbentuk kuis interaktif yang dikerjakan secara berkelompok. Konten soal berupa soal-soal lierasi sains dalam bentuk pilihan ganda yang terintegrasi dengan keterampilan proses sains yang terdiri dari kategori soal mengidentifikasi dan mengontrol variabel, merumuskan hipotesis, mendefinisikan variabel operasional, menginterpretasi data dan mendesain penelitian. Desain “Who Want Tobe Scientist Quiz” ditunjukkan pada gambar 4.

Sistem yang dibangun pada Multimedia Kuis Interaktif “Who Want Tobe Scientist Quiz” untuk mengembangkan karakter  meliputi sistem pengerjaan, pengaturan skor, pengaturan waktu (timer) dan sistem pemilihan soal dan jawaban.

Penerapan model penilaian teamwork dengan media “Who Want Tobe Scientist Quiz” dapat meningkatkan communication skills karena melalui pembelajaran ini memberikan kesempatan yang luas pada masing masing kelompok untuk berkomunikasi secara intensif satu sama lain untuk menyampaikan ide-ide yang sederhana dan kompleks dengan mudah dan jelas untuk mencapai tujuan bersama yaitu mendapatkan skor atau nilai yang tinggi. Belzer (2004) mengatakan bahwa hal yang penting dalam meningkatkan communication skills adalah bagaimana mengartikulasikan apa yang harus dicapai tim dalam mencapai tujuan bersama, menumbuhkan lingkungan yang memungkinkan anggota tim untuk berkomunikasi secara terbuka dan jujur, mengakui kesalahan sendiri, bernegosiasi, mendengarkan dan saling memfasilitasi satu sama lain.

Penerapan model penilaian teamwork dengan media “Who Want Tobe Scientist Quiz” dapat meningkatkan gotong royong karena melalui sinergi yang ditingkatkan melaui kerjasama akan meningkatkan motivasi yang jauh lebih besar (Phillips, 2002) dan akan menciptakan lingkungan yang lebih kompetitif dari pada lingkungan individual. Setiap anggota dalam pembelajaran berkelompok dapat belajar dari sesama anggota kelompok yang lain dan masing masing anggota dapat membantu yang lainnya. Penerapan model penilaian teamwork dengan media “Who Want Tobe Scientist Quiz” dapat meningkatkan tanggung jawab karena setiap kelompok dihadapkan pada sebuah pilihan yang mengadung resiko yang harus dipilih. Soal keterampilan proses sains dibagi menjadi tiga kategori soal berdasarkan tingkat kesulitan kategori soal. Masing masing kategori soal memiliki penambahan skor dan pengurangan skor yang berbeda baik dalam menjawab benar maupun menjawab salah. Sistem variasi perolehan dan pengurangan skor dalam memilih kategori soal befungsi sebagai reward and punishment sehinngga membutuhkan tanggung jawab dan kemandirian dalam setiap mengambil keputusan.

Jika menjawab dengan benar soal dari kategori soal menyusun hipotesis dan mendesain eksperimen, maka akan mendapatkan penambahan skor 30 poin, sedangkan jika menjawab salah maka akan mendapatkan pengurangan skor 10 poin.  Jika menjawab dengan benar soal dari kategori soal mendefinisikan variabel dan menginterpretasi data, maka akan mendapatkan penambahan skor 20 poin, sedangkan jika menjawab salah maka akan mendapatkan pengurangan skor 5 poin. Jika menjawab dengan benar soal dari kategori soal menentukan variabel, maka akan mendapatkan penambahan skor 10 poin, sedangkan jika menjawab salah maka tidak akan mendapatkan pengurangan poin. Sistem yang dibangun pada multimedia interaktif diatas menuntut setiap kelompok harus memiliki strategi dalam mengambil keputusan.

Penerapan model penilaian teamwork dengan media “Who Want Tobe Scientist Quiz” dapat melatih disiplin karena sistem pembelajaran kuis  ini dilengkapi dengan timer pada setiap soalnya, sehingga ada pembiasaan untuk dapat menjawab soal dengan tepat waktu. 

Pembiasaaan siswa dalam menyelesaikan soal-soal yang terintegrasi dengan keterampilan proses sains yang terdiri dari kategori soal mengidentifikasi dan mengontrol variabel, merumuskan hipotesis, mendefinisikan variabel operasional, menginterpretasi data dan mendesain penelitian menjadikan capaian literasi sains peserta didik menjadi meningkat.

Pada siklus pertama, pembelajaran pada kompetensi dasar menerapkan hukum-hukum fluida statik kehidupan sehari-hari. penilaian dilaksanakan dengan model penilaian teamwork dengan Media “Who Want To Be Scientist Quiz” yang dikerjakan secara berkelompok. Aktivitas proses kegiatan pembelajaran siklus satu dapat dilihat pada gambar 2.

Untuk mendapatkan data capaian karakter  digunakan angket dan pengamatan (observasi). Penilaian karakter dengan pengamatan (observasi) dilakukan dengan tujuan sebagai pembanding hasil penilaian dengan metode angket. Pengamatan oleh observer dilakukan oleh teman sejawat. Penilaian capaian karakter  dengan metode angket dilakukan setelah proses pembelajaran pada masing masing siklus. Penilaian karakter  meliputi aspek komunikasi, gotong royong, mandiri, tanggung jawab dan disiplin. Hasil penilaian karakter dengan pengamatan (observasi) dan angket pada siklus 1 ditunjukkan pada tabel 1. \

Pada siklus pertama, pembelajaran dalam kelompok belum efektif. Siswa belum terbiasa menggunakan dan mengoperasikan “Who Want To Be Scientist Quiz”. Terdapat dominasi perorangan pada masing-masing kelompok, misalnya dalam menentukan keputusan masih sangat tergantung dengan individu tertentu sehingga karakter gotong royong, tanggung jawab sulit berkembang. Masing masing kelompok masih menunjukkan perilaku suka menunda pekerjaan sehingga disiplin waktu masih rendah. Meskipun demikian, sudah terlihat siswa senang dan antusias dalam mengerjakan “Who Want To Be Scientist Quiz”. 

Solusi dari hasil refleksi siklus pertama adalah pertama, membangun sistem multimedia yang dapat memaksimalkan potensi siswa untuk diskusi dan mengurangi dominasi kelompok. Kedua, membangun sistem multimedia yang mampu memberikan kesempatan yang luas untuk masing masing kelompok untuk berkomunikasi secara intensif satu sama lain untuk menyampaikan ide dan pendapat. Ketiga, membangun sistem multimedia yang mampu menghadapkan setiap kelompok pada sebuah pilihan, sehingga proses pengambilan keputusan ini akan melatih karakter gotong royong dan tanggung jawab. Keempat, membangun sistem multimedia yang mampu  melatih disiplin dengan melengkapi timer sehingga ada pembiasaan disiplin oleh setiap kelompok untuk dapat menjawab soal dengan tepat waktu.

Penutup

Simpulan 

Simpulan hasil penelitian ini: 1) Proses pembelajaran dengan menerapkan model penilaian teamwork dengan media “Who Want Tobe Scientist Quiz” dapat meningkatkan aktivitas belajar peserta didik dalam meningkatkan karakter dan literasi sains; 2) Pembelajaran dengan model penilaian teamwork dengan media “Who Want Tobe Scientist Quiz” dapat meningkatkan meningkatkan karakter dan literasi sains. Terjadi peningkatan karakter, dengan metode angket diperoleh skor 2,36 (siklus 1) dan 2,95 (siklus 2), dengan metode observasi diperoleh skor 2,44 (siklus 1) dan 3,01 (siklus 2). Terjadi peningkatan literasi sains dengan skor rata-rata 69 dan ketuntasan 55% (siklus 1) dan 83 (siklus 2) dengan ketuntasan 80%. 

Saran

Berdasarkan hasil penelitian, penerapan model penilaian teamwork dengan media “Who Want Tobe Scientist Quiz”  mampu meningkatkan karakter siswa dan literasi sains sehingga guru disarankan mampu mengembangkan model tersebut pada kompetensi dasar yang lain.  

Sunardi, SMA N 1 Kandangserang Pekalongan Jawa Tengah, ardi.sun11@gmail.com

2 thoughts on “Peningkatan Karakter Dan Literasi Sains Melaui Model Penilaian Teamwork dengan Media “Who Want to be Scientist Quiz””

  1. LAILY PUTRI WULANDARI

    Solusi ini baik dilakukan di sekolah-sekolah dengan menerapkan model penilaian teamwork dengan media ” who want tobe scientist quiz ” dapat meningkatkan belajar siswa dalam hal meningkatkan karakter literasi sains di sekolah.

  2. Jidni Farhan Fadilla

    Sebenarnya metode ini cukup efektif untuk meningkatkan pembelajaran siswa, tetapi jika pribadi siswanya sendiri tidak tertarik dan semangat jadi sama saja

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *