Meningkatkan Prestasi Siswa Dengan Menggunakan M-LTC di SDN Klego 01, Pekalongan

Pendahuluan

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) merupakan kebijakan pendidikan yang tujuan utamanya adalah untuk mengimplementasikan Nawacita Presiden Joko Widodo – Jusuf Kala dalam sistem pendidikan nasional. Kebijakan PPK ini terintegrasi dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yaitu perubahan cara berpikir, bersikap, dan bertindak menjadi lebih baik. Nilai-nilai utama PPK adalah religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, integritas. Nilai-nilai ini ingin ditanamkan dan dipraktikkan melalui sistem pendidikan nasional agar diketahui, dipahami, dan diterapkan di seluruh sendi kehidupan di sekolah dan di masyarakat. PPK lahir karena kesadaran akan tantangan ke depan yang semakin kompleks dan tidak pasti, namun sekaligus melihat ada banyak harapan bagi masa depan bangsa. Hal ini menuntut lembaga pendidikan untuk mempersiapkan peserta didik secara keilmuan dan kepribadian, berupa individu-individu yang kokoh dalam nilai-nilai moral, spiritual dan keilmuan. Memahami latar belakang, urgensi, dan konsep dasar PPK menjadi sangat penting bagi kepala sekolah agar dapat menerapkannya sesuai dengan konteks pendidikan di daerah masing-masing (Koesoema, et al. 2017).

Tujuan program PPK adalah menanamkan nilai-nilai pembentukan karakter bangsa secara masif dan efektif melalui implementasi nilai-nilai utama Gerakan Nasional Revolusi Mental (religius, nasionalis, mandiri, gotong-royong dan integritas) yang akan menjadi fokus pembelajaran, pembiasaan, dan pembudayaan, sehingga pendidikan karakter bangsa sungguh dapat mengubah perilaku, cara berpikir dan cara bertindak seluruh bangsa Indonesia menjadi lebih baik dan berintegritas (Koesoema, et al. 2017).

Pembelajaran adalah wahana yang dirancang oleh pendidik secara sadar untuk mencapai tujuan pendidikan. Pembelajaran terwujudkan dalam interaksi belajar-mengajar yang dinamis dan diarahkan kepada pencapaian tujuan, yaitu perubahan perilaku dan pribadi peserta didik yang optimal. Perubahan yang terjadi pada peserta didik itu ditampilkan dalam karakter, sebagai perilaku yang dilandasi nilai-nilai kehidupan yang sangat luhur. (Koesoema, et al. 2017).

Permasalahan

Masalah yang akan dibahas dalam best practise ini dirumuskan dalam kalimat pertanyaan sebagai berikut.

  1. Bagaimanakah pelaksanaan PPK di SD Negeri Klego 01 Pekalongan?
  2. Sejauh mana efektifitas PPK dalam meningkatkan prestasi di SD Negeri Klego 01 Pekalongan?

Strategi Pemecahan Masalah

Manajemen Layanan Terbuka dan Cermat (selanjutnya disingkat M-LTC)adalah strategi  yang digunakan di SDN Klego 01  dalam pelaksanaan PPK untuk meningkatkan prestasi  di SDN Klego 01. Fokus perhatian utama dalam pelaksanaan M-LTC ini adalah upaya menggerakkan semua komponen sekolah bergerak lurus untuk menaati ketentuan-ketentuan yang berlaku, hal ini mengingat sering terjadi perilaku-perilaku off-task (perilaku yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran), 

M-LTC dianalogikan dalam istilah pertukangan sebagai cara supaya bangunan bisa lurus. Adapun caranya, di antaranya adalah sebagai berikut.

  1.  Dilaksanakan kegiatan monitoring dan supervisi oleh kepala sekolah kepada para guru, supaya ada perhatian guru terhadap kewajibannnya baik di dalam administrasi maupun dalam pembelajaran.
  2. Dilaksanakan Program Doa bersama dan 5 S

Untuk membiasakan semua warga sekolah terutama siswa untuk selalu berdoa sebelum melakukan suatu pekerjaan. Warga sekolah diharapkan selalu ramah,sopandan santun serta menyalami siapa saja yang berada di SDN Klego 01 Pekalongan

  1. Dilaksanakan Program Budaya Kompak dan Semangat Menjawab Salam. Untuk memupuk rasa kekompakan, kebersamaan, dan percaya diri para guru/ karyawan dan peserta didik. 
  2. Ditambah Sarpras dan fasilitas yang dibutuhkan bagi peningkatan mutu pendidikan di SD Negeri Klego 01 berupa:
    1. Dibangun jaringan internet dan website sekolah. 
      Bertambahnya komputer 10 unit komputer untuk laboratorium komputer dari Dinas Pendidikan Kota Pekalongan.
    2. Terpenuhinya meubelair kelengkapan kelas dan perpustakaan dari komite sekolah.

Pelaksanaan M-LTCsangat mudah dan dapat dilakukan oleh kepala sekolah lain di sekolahnya masing-masing. Adapun tahapan operasional pelaksanaan M-LTCdi SD Negeri Klego 01 adalah sebagai berikut:

  1. Kepala Sekolah membentuk Tim Pengembang Sekolah (selanjutnya disingkat TPS), terdiri atas kepala sekolah, ketua Komite, guru senior dan atau guru profesional di sekolahnya.
  2. Kepala Sekolah bersama TPS menentukan masalah-masalah sasaran yang akan diberi treatment (perlakuan). 
  3. Kepala Sekolah menentukan perubahan yang diharapkan menjadi lebih baik dari keadaan awal.
  4. Kepala sekolah melaksanakan actionM-LTCsebagai berikut:
  5. Dilaksanakan Program Budaya Semangat Pagi Ketentuan Jam Masuk 07.00 dengan cara:
    1. Kepala Sekolah memberi teladan datang lebih awal dari para guru dan karyawan lainnya, melakukan presensi pada fingerspot (alat untuk mengenali kehadiran dengan sidik jari), dan mengisi buku daftar hadir secara manual sesuai urutan kehadiran, mengisi jam hadir 
    2. Kepala Sekolah melaksanakan Program IHT (In House Training) bagi Guru/ Karyawan 
  1. Dilaksanakan Doa Pagi bersama dilanjutkan dengan bersalaman dengan Bapak dan Ibu Guru
  2. Dilaksanakan Program Budaya Kompak dan Semangat Menjawab Salam
  3. Dilaksanakan Program Sarapan Pagi, Siswa berkumpul di depan kelas masing-masing atau di halaman sekolah untuk mendapatkan motivasi pagi berupa permainan yang menyenangkan ( yel-yel semangat belajar,tepuk tangan)dan soal yang mengantarkan siswa untuk siap dalam belajar di kelas.
  4. Dilaksanakan Program Salat Berjamaah dan Salat Duha secara bergilir untuk peserta didik kelas 4, 5 6.
  5. Dilaksanakan Program Pengembangan Perpustakaan  di SD Negeri Klego 01 Pekalongan

1 thought on “Meningkatkan Prestasi Siswa Dengan Menggunakan M-LTC di SDN Klego 01, Pekalongan”

  1. LAILY PUTRI WULANDARI

    Penguatan pendidikan karakter merupakan kegiatan mengimplementasikan Nawacita Presiden Joko Widodo – Jusuf Kalla dalam sistem pendidikan nasional. Tujuan ppk menanamkan nilai-nilai pembentukan karakter bangsa secara masif dan efektif melalui implementasi nilai-nilai utama Gerakan Nasional Revolusi Mental.
    M-LTC ( manajemen layanan terbuka dan cermat ) yaitu istilah pertukangan sebagai cara supaya bangunan bisa lurus, SDN Klego 01 sudah menerapkannya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *