Kempling Kansa Untuk Sekolah Yang Berkarakter

Persoalan kurang dan lemahnya keberhasilan dari pendidikan karakter di sekolah dikarenakan belum optimalnya pengelolaan pendidikan karakter tersebut, dukungan kebijakan, serta visi dan misi yang menginspirasi seluruh warga sekolah khususnya peserta didik. Salah satu solusi yang dapat dilakukan dalam pengembangan karakter warga sekolah, khususnya karakter peduli lingkungan dapat dilakukan dengan membuat kebijakan yang mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup dengan kurikulum yang digunakan oleh sekolah.

Dengan kondisi inilah, lahirlah program Kempling Kansa dibentuk adalah untuk mempercepat pengembangan empati dan peduli lingkungan di SDN Kandang Panjang 01 Kota Pekalongan. Harapan bersama seluruh warga sekolah dengan dibentuknya program Kempling Kansa tersebut sangatlah realistis diwujudkan, karena Pendidikan Lingkungan Hidup merupakan mata pelajaran yang implikasinya dapat diwujudkan langsung dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, di lingkungan tempat tinggalnya maupun di lingkungan dimanapun individu itu berada.

Dalam tujuan tersebut berharap lahir warga sekolah yang berbudidaya lingkungan, dalam hal ini sekolah yang dapat membentuk warga sekolahnya mempunyai budaya memelihara, memperhatikan dan mencintai lingkungannya, baik lingkungan sekolah maupun lingkungan sekitarnya. Selanjutnya program Kempling Kansa diharapkan dapat membentuk dan mengembangkan norma-norma dasar dalam berperilaku dan berkarakter diantaranya, kebersamaan keterbukaan, kesetaraan, kejujuran, keadilan dan kelestarian lingkungan hidup.

Pendidikan Lingkungan Hidup dapat membantu dalam pembentukan karakter, khususnya karakter peduli lingkungan peserta didik di sekolah. Adapun secara rinci tujuan dari Pendidikan Lingkungan Hidup menurut Nurjani (2009) dalam (Lendrawati dkk, (2013:24) mengemukakan bahwa “Pendidikan Lingkungan dibutuhkan dan harus diberikan kepada anak sejak dini agar mereka mengerti dan tidak merusak lingkungan. Hal ini dipengaruhi beberapa aspek, antara lain: (1) Aspek kognitif, Pendidikan Lingkungan Hidup mempunyai fungsi untuk dapat meningkatkan pemahaman terhadap permasalahan lingkungan; (2) aspek afektif, Pendidikan Lingkungan Hidup berfungsi meningkatkan penerimaan, penilaian dalam menata kehidupan dalam keselarasan dengan alam; (3) aspek psikomotorik, Pendidikan Lingkungan Hidup berperan meniru, memanipulasi dalam upaya meningkatkan budaya mencintai lingkungan.

Program Kempling Kansa memiliki peran strategis dalam peningkatan kepedulian lingkungan hidup yang sedang mengalami kemorosotan berat dewasa ini. Dengan tujuan dan peran tersebut, kontribusi program Kempling Kansa terhadap pembentukan karakter peduli lingkungan sangat mungkin terwujud. Program Kempling Kansa memiliki empat aspek didalam pelaksanaanya, antara lain adalah aspek kebijakan berwawasan lingkungan, aspek kurikulum sekolah berbasis lingkungan, aspek kegiatan berbasis partisipatif dan yang terakhir adalah aspek pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan. Aspek-aspek tersebut berperan dalam mengkondisikan lingkungan sekolah untuk membiasakan perilaku peduli lingkungan peserta didik dan warga sekolah lainnya.

Karakter peduli lingkungan hidup agar mendapat hasil yang lebih baik perlu dicermati dan dimonitoring oleh seluruh pemangku kepentingan. Karakter yang akan dibentuk dan dikembangkan dari hasil pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup itu perlu dimonitoring dan dievaluasi agar tujuan karakter yang ingin dicapai betul akan terealisasi. Karakter terbentuk dari sifat desposisi seseorang yang relatif stabil dan dinyakini serta digunakan sebagi landasan cara pandang, berpikir, bersikap dan bertindak. Oleh karena itu, pembiasaan Pendidikan Lingkungan Hidup dan implementasinya dalam kegiatan sehari-hari atau perilaku peduli lingkungan akan membentuk suatu karakter yang empati dan peduli terhadap lingkungannya atau disebut dengan istilah karakter peduli lingkungan. Konsep green school dan green curriculum di Indonesia diaplikasikan pada program Kempling Kansa. Program Kempling Kansa merupakan bentuk komitmen warga SDN Kandang Panjang 01 Kota Pekalongan terhadap pengelolaan dan perlindungan lingkungan melalui pendidikan.

Permasalahan

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, permasalahan yang perlu diatasi dapat dirumuskan sebagai berikut :

a. Bagaimana langkah-langkah pemberdayaan program Kempling Kansa dengan pendekatan learning, sharing, actuating (LISHA) untuk pembentukan karakter peduli lingkungan di SDN Kandang Panjang 01 Kota Pekalongan?

b. Bagaimana hasil dan dampak dari pemberdayaan program Kempling Kansa dengan pendekatan learning, sharing ,actuating (LISHA) untuk pembentukan karakter peduli lingkungan di SDN Kandang Panjang 01 Kota Pekalongan?

Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah, tujuan dari best practice ini adalah : 

  1. Mendeskripsikan Langkah-langkah pemberdayaan program-program Kempling Kansa dengan pendekatan learning, sharing, actuating (LISHA) untuk pembentukan karakter peduli lingkungan di SDN Kandang Panjang 01 Kota Pekalongan.
  2. Mengetahui hasil dan dampak dari pemberdayaan program Kempling Kansa dengan pendekatan learning, sharing, actuating (LISHA) untuk pembentukan karakter peduli lingkungandi SDN Kandang Panjang 01 Kota Pekalongan.

Manfaat

Secara praktis manfaat dari karya tulis best practise ini adalah:
a. Diperoleh strategi dan cara pemberdayaan program Kempling Kansa dengan pendekatan learning, sharing, actuating (LISHA) untuk pembentukan karakter empati dan peduli lingkungan di SDN Kandang Panjang 01 Kota Pekalongan.
b. Ditemukan langkah-langkah penyelesaian masalah terbaik dengan berbasis partisipatif warga sekolah untuk memperbaiki kondisi lingkungan sekolah dan mengembangkan potensi sumber daya di SDN Kandang Panjang 01 Kota Pekalongan.
c. Bagi warga sekolah, diharapkan dapat mengalami perubahan sikap dan terbentuk karakter empati dan peduli lingkungan di SDN Kandang Panjang 01 Kota Pekalongan secara berkelanjutan, yang dapat diterapkan dalam program pembelajaran, kegiatan keseharian di sekolah, dan pengalaman hidup secara nyata di masyarakat.


1 thought on “Kempling Kansa Untuk Sekolah Yang Berkarakter”

  1. LAILY PUTRI WULANDARI

    Kempling kansa merupakan kegiatan yang merepapkan kepeduliannya terhadap lingkungan, SMKN 06 Sukoharjo pun sudah melaksanakannya. Sebagai berikut:
    1. Tidak membuang sampah disemabarang tempat oleh karna itu sekolah menyediakan tempat sampah diberbagai tempat.
    2. Tidak membeli minuman dengan wadah plastik oleh karna itu sekolah menganjurkan membawa botol dari rumah
    3. Selalu menyiram tanaman, oleh karna itu sekolah menjadwal kan regu piket untuk menyiram.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *